Filoshofi Ponpes Daar EL-Hikam

Menyulam Sunyi,
Merengkuh Ilahi

Sebuah Risalah dari Bale Rombeng

Bukan pada megahnya pilar beton kita merunduk, melainkan pada kebesaran takdir-Nya kita berserah. Pondok Pesantren Daar El-Hikam didirikan di atas fondasi kerendahan hati. Melalui simbol Bale Rombeng, kami mendidik jiwa untuk tidak terpesona oleh gemerlapnya etalase duniawi yang fana.

Di tempat yang sunyi dari hiruk-pikuk pujian ini, para santri diajak untuk menanggalkan jubah keserakahan. Kami meyakini bahwa kemiskinan materi di pesantren bukanlah sebuah kekurangan, melainkan sebuah jalan lapang untuk mengistirahatkan pikiran dari lelahnya mengatur urusan dunia yang sebenarnya telah dijamin oleh Sang Maha Pemberi Rezeki.

"Kami mematikan hasrat akan pengakuan sosial, mengubur ego di lumpur sawah tempat berkhidmah, agar kelak benih keikhlasan itu tumbuh menjadi pohon makrifat yang rimbun."

Di bawah temaram lampu dan lembaran Kitab Kuning yang usang, tersimpan rahasia para salaf. Kami tidak mencetak generasi yang haus akan panggung tepuk tangan manusia, melainkan jiwa-jiwa tenang yang senantiasa menautkan hafalannya pada ridha Ilahi. Menghafal Al-Qur'an dan memahami ilmu syariat di sini adalah proses panjang membakar diri, mengubah keangkuhan menjadi debu ketawadhuan.

Daar El-Hikam adalah sebuah perjalanan pulang. Perjalanan memurnikan niat, bahwa belajar dan mengabdi di sini sepenuhnya murni Lillahi Ta'ala. Karena pada akhirnya, amal yang tersembunyi dari pandangan manusia akan bersinar paling terang di hadapan pengadilan-Nya.